Siklus Akuntansi: 11 Tahapan ,Pengertian, Contoh Dan Penjelasan Lengkap

0
526
Siklus Akuntansi 11 Tahapan ,Pengertian, Contoh Dan Penjelasan Lengkap
Siklus Akuntansi 11 Tahapan ,Pengertian, Contoh Dan Penjelasan Lengkap
- Advertisement -

PENGERTIAN SIKLUS AKUNTANSI

Siklus akuntansi adalah fondasi penting dalam menjaga kelangsungan dan ketertiban keuangan perusahaan. Proses ini melibatkan serangkaian tahapan yang harus diikuti secara berurutan untuk mencatat, mengelompokkan, dan mengkomunikasikan informasi keuangan dalam bentuk laporan yang teratur dan akurat.

11 Tahapan Utama Dalam Siklus Akuntansi 

1. Identifikasi Transaksi

Tahap pertama dalam siklus akuntansi adalah mengidentifikasi transaksi. Ini mencakup semua kejadian keuangan yang mempengaruhi perusahaan, seperti pembelian, penjualan, atau pembayaran. Transaksi harus teridentifikasi dengan jelas agar tidak ada peristiwa penting yang terlewat.Misalnya, saat perusahaan menjual produk kepada pelanggan atau membayar tagihan kepada pemasok.

Contoh: Perusahaan ABC menjual produk senilai $1.000 kepada Pelanggan X.

- Advertisement -

2. Analisis Transaksi

Setelah transaksi teridentifikasi, tahap berikutnya adalah menganalisis dampaknya. Ini melibatkan pemahaman tentang bagaimana transaksi tersebut mempengaruhi keuangan perusahaan secara keseluruhan serta memastikan bahwa informasi yang dicatat akurat dan relevan.Analisis ini juga membantu memahami bagaimana transaksi tersebut mempengaruhi rekening-rekening keuangan.

Contoh: Analisis transaksi penjualan akan menunjukkan bahwa pendapatan perusahaan meningkat sebesar $1.000.

3. Pencatatan Transaksi dalam Jurnal

Transaksi yang telah diidentifikasi dan dianalisis dicatat dalam jurnal akuntansi. Jurnal ini adalah catatan kronologis yang mencatat setiap transaksi secara rinci, termasuk informasi tentang rekening yang terlibat, besarnya transaksi, dan apakah itu merupakan debet atau kredit.

Contoh: Penjualan senilai $1.000 dicatat dalam jurnal dengan mendebit rekening “Kas” dan mengkredit rekening “Pendapatan Penjualan.”

4. Posting Buku Besar

Setelah dicatat dalam jurnal, transaksi harus dipindahkan ke buku besar. Buku besar adalah kumpulan rekening yang mencatat perubahan keuangan perusahaan. Setiap transaksi dijurnal umum harus dipindahkan ke rekening yang sesuai dalam buku besar.

Contoh: Jumlah penjualan dari jurnal dipindahkan ke rekening “Pendapatan Penjualan” dalam buku besar.

5. Jurnal Penyesuaian

Pada akhir periode akuntansi, dilakukan jurnal penyesuaian. Ini mencakup penyesuaian untuk pendapatan dan biaya yang belum tercatat serta penyusutan aset. Jurnal ini membantu memastikan bahwa laporan keuangan mencerminkan posisi keuangan yang akurat.

Contoh: Penyusutan aset senilai $500 dicatat dalam jurnal penyesuaian sebagai biaya.

6. Penyusunan Neraca Saldo Penyesuaian

Neraca saldo penyesuaian adalah langkah selanjutnya, yang melibatkan penyusunan ulang saldo rekening setelah jurnal penyesuaian dilakukan. Hal ini membantu mengidentifikasi saldo aktual dari masing-masing rekening.

Contoh: Neraca saldo menampilkan saldo terbaru dari rekening-rekening, termasuk saldo “Pendapatan Penjualan” dan “Biaya Penyusutan.”

7. Penyusunan Laporan Keuangan

Setelah neraca saldo penyesuaian disiapkan, tahap berikutnya adalah menyusun laporan keuangan. Ini meliputi laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan neraca. Laporan ini memberikan wawasan menyeluruh tentang kinerja keuangan perusahaan.Berdasarkan neraca saldo penyesuaian, laporan keuangan seperti laporan laba rugi dan neraca disusun.

Contoh: Laporan laba rugi menunjukkan pendapatan $1.000 dan biaya penyusutan $500

8. Jurnal Penutup

Jurnal penutup digunakan untuk menutup rekening-rekening pendapatan dan biaya. Tujuannya adalah untuk menyiapkan peralihan ke periode akuntansi berikutnya.

Contoh: Saldo “Pendapatan Penjualan” ditutup dengan memindahkan saldo ke rekening “Laba Tahun Berjalan.”

9. Penyusunan Neraca Saldo Akhir

Setelah penutupan, neraca saldo akhir disusun berdasarkan rekening-rekening yang telah ditutup. Ini mencerminkan saldo aktual setelah penutupan.

Contoh: Neraca saldo akhir menampilkan saldo setelah penutupan, termasuk saldo rekening “Kas” dan “Piutang Usaha.”

10. Penyusunan Jurnal Pembalik (Opsional)

Tahap ini bersifat opsional dan melibatkan penyusunan jurnal pembalik untuk transaksi yang berulang secara rutin.

Contoh: Jurnal pembalik dibuat untuk mencatat penyusutan bulanan pada aset tetap.

11. Persiapan untuk Siklus Berikutnya

Setelah semua tahapan selesai, perusahaan siap untuk memulai siklus akuntansi periode berikutnya. Semua bukti dan dokumentasi harus dijaga dengan baik untuk kelancaran proses berikutnya.

Kesimpulan

Siklus akuntansi memberikan landasan bagi perusahaan untuk memantau kondisi keuangan, mengambil keputusan yang tepat, dan memenuhi kewajiban perpajakan serta hukum. Dengan memahami dan menerapkan dengan baik tahapan-tahapan dalam siklus akuntansi, perusahaan dapat menjalankan proses akuntansi dengan lancar, menjaga transparansi, dan mencapai tujuan keuangan yang diinginkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here